Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

kami pasti kembali

Jogja, kota sejuta kenangan, kota sejuta cerita, kota sejuta cinta, dan kota yang bikin baper-baperan, kota yang selalu mengajak untuk berkunjung kembali, sampai bertemu lagi dilain waktu, entah dengan suasana yg sama atau berbeda, entah dengan orang-orang yang sama atau dengan orang yg berbeda.. #akupastikembali Sedikit caption dari salah satu status sosial media kekinian "path" by putri alias gemblong kata lain " jendol " Saat yang paling tak ditunggu, Saat yang sangat menyebalkan, Saat yang sangat memberatkan langkah kaki untuk kembali. Yaaa kembali ke ibu kota dengan segala cerita yang sempat kita tinggalkan sesaat. Cerita ini berakhir kembali, sambutan rintikan hujan yang menandakan kesedihan kami meninggalkan kota ini.  Pulang untuk kembali,  Dan kami pasti akan kembali.. Lukisan ini akan kami bingkai seindah mungkin dihati, tak kami biarkan sedikitpun rusak, ataupun hilang. Tak kami tinggalkan sedikitpun cerita disana, kita bawa kembali untuk menemani menjaja...

Kongkow di warkop yang tak dirindukan

Sebenernya kalo cinta gak gitu-gitu banget. Bisa aja kan bilang ini hidup gue.. Terlalu basi moment jarang ini cuma diisi masalah masalah cinta. Anak muda, kalo gak galau yaa jatuh cinta . Hidup itu bukan cuma diisi masalah percintaan gaes.  Perbincangan siang ini di tempat baru yang katanya belum gaul kalo belum nongkrong disini "warkop yang tak dirindukan" Dihari minggu siang yang panasnya bikin baju basah cepet kering dan yang kering cepet basah karna keringat, gue nongkrong buat sekedar minum es jeruk di tempat kekinian bareng kawan lama gue widi. Gue udah temenan sama widi dari mulai sd sampe sekarang, yaa walau sekarang ini sedikit susah dan jarang banget bisa nongkrong kaya gini lagi. Widi :  sumpah nyong (sapaan widi ke gue) nafas gue udah diujing, gila sumpah gila !!! Ogah dah gue jalan-jalan kesitu lagi. Udah tas gue berat banget, ujan, becek, laper iihhh menderita banget deh gue. Gak mau lagi gue pokonya !! Keluh nya widi saat lagi ceritain pengalaman pertamanya ja...

Lebih dari sekedar Tokoh utama

Kita memang tak pernah tahu kapan dan kepada siapa kita kan jatuh cinta.. Aku juga bukanlah seseorang yang pandai untuk merangkai kata, tak pandai pula mengutarakan maksud dengan untaian kalimat yang indah... Cinta memang butuh ruang dan waktu, Cinta pula perlu untuk saling mengenal.. Namun yang perlu kita tahu, cinta hadir bukan disaat kita siap melainkan disaat kita berani mengutarakannya. Ketika kita bertemu dan mengenal orang lain, tuhan memberikan kita dua pilihan. Pertama, untuk hidup dengannya dan yang ke dua, untuk mengambil pelajaran dari kehadirannya. Yaa..kehadirannya. Hadir yang karna memang bukan suatu kebetulan. Dia sempat menjadi seseorang yang lebih dari tokoh utama. Bersamanya terasa indah mesti keterbatasan itu selalu ada. Dia selalu melukiskan tawa dan senyum penuh keikhlasan. Membangkitkan kembali semangat yang terkadang nyaris terhenti. Meyakinakan jika itu bukan hanya sebuah janji dan ku mempercayainya. Iya dia lebih dari sekedar tokoh utama . Sesuatu yang tak bia...

Buka Tutup semester

Hallo kawan blogger... Tulisan ini gue persembahkan untuk akhir semester 3 dan awal semester 4. 6 Bulan yang lalu, saat baru aja kita selesai sukses dalam acara rutin per semester yaitu "Gathering Accounting Cllas" dimana itu adalah ritual rutin kita setelah UAS. sesuai tingkatan semester, ini acara ke 2 yang menjadi awal disemester 3. Suasana kelas yang masih sama, wajah-wajah yang hanya itu-itu aja, dan pasti masih dalam barisan tempat duduk yang sama. Yang lain dari semester 3 adalah, kekeluargaan lebih terasa, kekompakan kelas juga makin terlihat. terlihat bukan pada saat uas aja. Absensi gue disemester 3 juga sedikit membaik, walau ada beberapa tanda (x) tapi gak sebanyak waktu di semester lalu. Matakuliah juga menurut gue santai, karna gue gak denger ada matakuliah "akuntansi" dalam 6 bulan ini. Status percintaan gue juga sedikit mengalami pasang surut, pasangnya : gue bukan mahasiswa STMJ (Semester tiga masih jomblo) karna saat itu gue menjalin hub...

Menata Diri Kembali

Terkadang kita lupa ketika Tuhan telah memberikan nikmat yang begitu banyak. Kita lupa untuk menjaganya, Kita lupa untuk mensyukurinya, dan Kita lupa jika nikmat itu dapat kapan saja diambil kembali oleh sang maha pemberi nikmat. Perjalanan hidup yang yang tak tahu sampai kapan langkah ini terhenti. mengayuni langkah demi langkah dengan harapan akan jauh lebih baik itu sudah pasti. Lika liku pun sering ditemui, kecemburuan dengan kehidupan lain terkadang mengusik kepercayaan diri. Cita-Cita dan hobi memang sering kali bertolak belakang. Sebagai wanita yang mencoba mandiri, "Aku" akan terus berjuang untuk meraih itu. ya.... Aku. Tak ada yang dapat diandalkan selain mengandalkan kemampuan sendiri. Menjalankan aktifitas selayaknya kaum wanita muda dengan berbagai kesibukan yang dimiliki. Kebanggaan diri semakin menjadi ketika aku telah berhasil meraih kemenangan-kemenangan teringgi. melakukan apa yang orang lain tidak lakukan, dan dapat merasakan apa yang orang lain han...