Menata Diri Kembali
Terkadang kita lupa ketika Tuhan telah memberikan nikmat yang begitu banyak. Kita lupa untuk menjaganya, Kita lupa untuk mensyukurinya, dan Kita lupa jika nikmat itu dapat kapan saja diambil kembali oleh sang maha pemberi nikmat.
Perjalanan hidup yang yang tak tahu sampai kapan langkah ini terhenti. mengayuni langkah demi langkah dengan harapan akan jauh lebih baik itu sudah pasti. Lika liku pun sering ditemui, kecemburuan dengan kehidupan lain terkadang mengusik kepercayaan diri.
Cita-Cita dan hobi memang sering kali bertolak belakang.
Sebagai wanita yang mencoba mandiri, "Aku" akan terus berjuang untuk meraih itu. ya.... Aku.
Tak ada yang dapat diandalkan selain mengandalkan kemampuan sendiri.
Menjalankan aktifitas selayaknya kaum wanita muda dengan berbagai kesibukan yang dimiliki.
Kebanggaan diri semakin menjadi ketika aku telah berhasil meraih kemenangan-kemenangan teringgi. melakukan apa yang orang lain tidak lakukan, dan dapat merasakan apa yang orang lain hanya sekedar memikirkan.
Apalah arti semua rencana ketika Tuhan mengambil satu nikmatnya yaitu nikmat sehat.
Kesibukan membuat ku lupa untuk menjaga kesehatan yang telah DIA berikan.
Menganggap jika semua akan baik-baik saja tanpa harus perawatan lebih lanjut untuk penanganannnya.
Apalah arti diriku saat ini,
Belum sempat ku mengabdikan diri, memberikan sesuatu yang sudah pasti tak dapat menggantikan dengan apa yang telah mereka berikan kepadaku, Ayah ibu...
Kini, semua sudah bergantung dengan butiran obat yang selalu menemani makan disetiap hariku.
bergantung kepada alat itu entah sampai kapan akan terus seperti ini.
Lemah dan tak berdaya..
Tak ada yang tak tak bisa dilewatkan, tak ada yang bisa diselesaikan,
Menata kembali puing-puing semangat yang hampir saja runtuh,
Mengembalikan kepercayaan diri jika "saya" bisa.
Motivasi terbesar adalah impian, dimana dibalik itu semua ada curahan kasih sayang dan semangat yang tak penah terhenti dari keluarga tercinta.
Perjalanan hidup yang yang tak tahu sampai kapan langkah ini terhenti. mengayuni langkah demi langkah dengan harapan akan jauh lebih baik itu sudah pasti. Lika liku pun sering ditemui, kecemburuan dengan kehidupan lain terkadang mengusik kepercayaan diri.
Cita-Cita dan hobi memang sering kali bertolak belakang.
Sebagai wanita yang mencoba mandiri, "Aku" akan terus berjuang untuk meraih itu. ya.... Aku.
Tak ada yang dapat diandalkan selain mengandalkan kemampuan sendiri.
Menjalankan aktifitas selayaknya kaum wanita muda dengan berbagai kesibukan yang dimiliki.
Kebanggaan diri semakin menjadi ketika aku telah berhasil meraih kemenangan-kemenangan teringgi. melakukan apa yang orang lain tidak lakukan, dan dapat merasakan apa yang orang lain hanya sekedar memikirkan.
Apalah arti semua rencana ketika Tuhan mengambil satu nikmatnya yaitu nikmat sehat.
Kesibukan membuat ku lupa untuk menjaga kesehatan yang telah DIA berikan.
Menganggap jika semua akan baik-baik saja tanpa harus perawatan lebih lanjut untuk penanganannnya.
Apalah arti diriku saat ini,
Belum sempat ku mengabdikan diri, memberikan sesuatu yang sudah pasti tak dapat menggantikan dengan apa yang telah mereka berikan kepadaku, Ayah ibu...
Kini, semua sudah bergantung dengan butiran obat yang selalu menemani makan disetiap hariku.
bergantung kepada alat itu entah sampai kapan akan terus seperti ini.
Lemah dan tak berdaya..
Tak ada yang tak tak bisa dilewatkan, tak ada yang bisa diselesaikan,
Menata kembali puing-puing semangat yang hampir saja runtuh,
Mengembalikan kepercayaan diri jika "saya" bisa.
Motivasi terbesar adalah impian, dimana dibalik itu semua ada curahan kasih sayang dan semangat yang tak penah terhenti dari keluarga tercinta.
Komentar
Posting Komentar