Surat Untumu Sahabatku

Dituntut untuk teteap tegar setegar karang yang diterpa ombak,
Dituntut untuk tetap bersinar meski bdai dan awan hitam menghalang,
Dituntut untuk tetap kuat seperti ranting yang di gantungi daun rindang,
Dituntut untuk selalu menyejukan meski terik mentari bernyanyi siang.


Kita memang saling memiliki cerita masing-masing, cerita yang tentunya berbeda alur dan berbeda rasa.
Tak mudah untuk kita mencoba mengerti setiap apa yang yang kita rasakan.

Aku hanya sebatang ranting yang sudah mulai mengering,
namun masih begitu banyak daun yang bergantung kepad aku yang rapuh ini.

Lika liku perjalanan menuju pendewasaan emang gak mudah, pasti ada aja jalan berbatu hingga lurus kedepan membuat kita terlupa.
Terkadang kita lupa jika tak ada kebahagiaan yang abadi. Kita juga sering lupa akan ada pelangi setelah hujan..

Untukmu para sahabat, mungkin aku takkan pernah bisa mengerti apa yang saat ini kalian rasakan.
hanya bisa memintamu untuk selalu bersabar dan berserah diri kepada Sang Maha Pembolak-balikan hati.
Masalahmu memang besar, tapi tak sebesar Nikmat yang telah Tuhan berikan kepadamu.

Saat ini bukan hanya kamu, kamu bahkan kamu yang sedang dalam dilema. kita sama, sama-sama selalu ragu..

Keyakinan memang sempat terganggu tak kala kita memilih untuk sesuatu yang baru.
Pertimbangan dan komunikasi sudah sering kita diskusikan, yang pada akhir jawaban adalah "tidak ada pilihan yang tak beresiko".
Segala sesuatu itu butuh ruang untuk bergerak dan tak dapat dipaksa jika hati masih ingin untuk berkata iya.

Untukmu para sahabat, percayakan saja jika ini adala suatu proses pendewasaan untuk dirimu dan dia,
Jalan yang berliku bahkan terjal namun yakinlah kau kan sampai.
ini bukan suatu penderitaan, tapi ini adalah pembelajaran..

karena tak selamanya pembelajaran itu indah ...

Komentar

  1. Subhanallah, keren. Menginspirasi buat saya, yg lg banyak cobaannya hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pacitan

RAHASIA

GAGAL SEMERU