SEMERU
Gak pernah terlintas untuk memijakan kaki di tanah tertinggi pulau jawa. Film yang gue nonton berulang kali berhasil mendokrin otak gue untuk beranggapan
"SEMERU ITU MENYERAMKAN !!!! " Yapp semeru memang menyeramkan.
Februari 2016, gue sedikit lupa tanggalnya yang pasti posisi saat itu gue sedang di depan ruang operasi. bukan gue yang dioperasi tapi belahan hati gue "ibu"..
Dering tlp bunyi terus, isinya dari bang haris yang selalu nanya gue "udah transfer belom ? tiket nya udah sisa 5 nih yang satu gerbong".
Rencana awal pendakian itu bareng ilalang buana. setelah diskusi panjang kita berbeda pendapat. Ilalang mau ke semeru tapi hanya ber empat, gak mau gabung dengan bang haris dan tim. Padahal Bang Haris dan tim udah jauh lebih berpengalaman soal pendakian gunung. Alasannya sih "lebih asik kita cuma berempat, susah seneng ber empat, cape-capean berempat" tapi gue menentang dan berbeda paham. Menurut gue, akan jauh lebih seru kita sama-sama, gabung dengan teman-teman yang lain. Nambah temen, berbagi wawasan dan yang pasti akan jauh lebih aman karna mereka lebih berpengalaman. Akhirnya gue memutuskan "Berangkat gak berangkatnya Ilalang gue tetep jalan bareng bang haris".
Kurang lebih 3 bulan dari februari. Komunikasi juga hanya melalui bbm dan telepon. bang haris beberapa kali ngajak gue ketemu, berhubung belahan jiwa gue lagi terbaring lemah, gue gak bisa ninggalin dia.
Tiket udah dipesen, dan gue masih gak tau siapa-siapa aja yang akan jalan di bulan Mei besok.
Lanjut cerita, Memasuki bukan April...
Sedikit nya gue udah mulai kepikiran soal semeru, tidur gue kadang gak nyenyak dan terus mandangin kalender yang udah gue lingkerin biru dengan keterangan "3676" .
yang gue tau, kita berangkat tanggal 1 mei sampai 8 mei 2016. ber 5 dan gue cewe sendiri. Gue gak pernah tau siapa aja orang-orang nya, gue gak pernah kenal, gue juga gak pernah tau siapa. Tapi ada rasa kepercayaan yang tinggi kalau mereka semua orang baik yang akan menjadi saksi pijakan gue ditanah tertinggi di pulau jawa.
30 April 2016, jadwal hari ini lumayan padet. Mulai dari kerja, kuliah, jadwal MC dan janjian untuk metting point sama bang haris dan tim yang mau ke Semeru. Cuaca kali itu gk bersahabat banget, hujan gak berenti sampai malam membasahi ibu kota. Jam 11 malem gue baru bisa ketemu bang haris untuk metting point. Awalnya bang haris mau ngajak gue ketemu sama temen-temen, berhubung gue lelah tingkat dewa akhirnya kita ketemu cuma berdua.
Gambaran sedikit tentang plann udah dikasih tau, dan ternyata sekarang bukan ber 5 tapi ber 7. gue masih tetep jadi yang paling cantik karna cewe sendiri. makin resah sih, tapi bang haris ngeyakinin gue kalau mereka itu adalah guru dia dalam hal pendakian.
Sampe jam 2 malem packing blm selesai juga.. Biasanya gue selalu pakai tas kesayangan dengan muatan 75Ltr, berhubung gue pergi sama laki-laki tangguh akhirnya disuruh pakai yang 25Ltr.
Lipet sana sini, tekuk sana sini akhirnya rapih juga jam 3 pagi. semua barang udah masuk termasuk P3K yang gak pernah sedikitpun terlupa,
01 Mei 2016, Bangun tidur agak sedikit siang sekitar jam 10 Pagi,
Gue memastikan kembali barang yang udah gue packing supaya gak ada yang tertinggal. Bang haris dateng jemput gue jam 12 siang.
Restu doa dan kecupan sayang dari ayah ibu udah diberikan untuk anaknya yang cantik ini, dan perlahan pamit meningalkan rumah tercinta untuk 1 minggu kedepan.
Sebelum ke tempat kramat para pendaki "pasar senen" kita mampir ke penggilingan dulu. disana adalah basecamp teman-teman yang lain.
Oke kita kenalan, disana ada bang bowo yang jadi kapten perjalanan kita, ada bang dedi, bang Akim, bang iwan, bang indra, bang haris dan gue sendiri citra. Go on the way pasar senen.
Kita sama sekali gak ngikutin film 5 KG, sama sekali gak terinspirasi dari film itu yang adegan si iyan lari-larian ngejar kreta karna terlambat.
Baru banget turun KRL kita udah denger info "kreta matarmaja jurusan malang segera diberangkatkan" para petugas stasiun juga berteriak "matarmaja jalan matarmaja jalan" langsung dong dengan spontan kita semua lari terbirit-birit ngejar kreta. Antrian yang panjang langsung kita potong sampe-sampe tiket kreta krl kita tinggal gitu aja di loket keluar. Dari kita ber 7, dua orang yang salah satunya gue udah masuk dalam gerbong, perlahan kreta udah mulai jalan dan bang indra masih jauh dibelakang. kebayangkan gimana dag did dug nya kaya di film yang lari-larian terus tanggannya ditarik buat masuk kedalam kreta..
"Alhamdulillah gak jadi ketinggalan kreta" kita ber tujuh mendadak jadi tren topik di gerbong itu katanya sih terinspirasi yah dari film hahaha padahal karna kreta KRL nya ditahan di jatinegara.
okeh lupakanlah yang jelas kita menuju Malang.
Kurang lebih 16 jam perjalanan Jakarta - Malang, keakraban mulai terlihat walau masih agak canggung sih. kita naek di gerbong satu supaya sampe duluan sih katanya, dan di gerbong ini hampir semuanya pendaki dengan tujuan yang sama MAHA MERU.
Skip cerita perjalanan
Selamat datang di kota malang "Jam 8 Pagi 02 Mei 2016"
Dimalang kita gabung dengan 4 orang dari kemayoran "Bang steven alias mister, bang wahyu alias bang jon, bang junaedi alias bang mbul, dan bang habib gak pake alias". jadi total kita 11 orang dan masih tetep gue yang paling cantik.
Dari stasiun Malang ke pasar Tumpang kita charter angkot kenalan temannya mas bowo. sampai di tumpang mas bowo langsung mengurus pendaftaran dan perizinan pendakian. Tugas gue dan bang haris adalah belanja logistic dipasar.
Cukup lama kita terdampar di pasar tumpang karna ternyata ada persyaratan pendaftaran yang kurang dari bang habib. Karna mas bowo bang steven menggabungkan jadi satu simaksi mau gak mau kita saling tunggu karna kita udah jadi satu tim..
Semua telah selesai dan perjalanan dimulai.. barang udah selesai masuk dalam jepp. gue ambil posisi untuk duduk cantk samping mas supir (karna masih muda). Perjalanan dari tumpang-ranu pane cukup jauh kurang lebih 1,5 jam. gue semakin bertanya-tanya kejutan apa yang akan didapat dari perjalanan ini
Subbahanallah....lebih indah dari yang di gambar, lebih indah dari yang gue bayangkan.. Maha Suci Allah atas Keindahan ciptaan-Nya.
Sampai juga dengan jantung yang masih degdegan karna trek jalan yang menantang.. Ranu Pani.
Mas bowo melanjutkan pengurusan simaksi di dalam, dan kita semua di kumpulkan dalam satu ruangan untuk breafing.
Dalam breafing dijelaskan jalur-jalur yang akan kita laluin, dan menurut gue ini gemblengan mental seksi pertama. Karna dijelaskan secara gambalang banget kalau jalur pendakian semeru sanggat mengerikan. Jurang dan runtuhan tebing bisa setiap saat menyapa. perlu sanggat ekstra hati-hati dan fokus dalam perjalanan. Diceritakan juga mengenai beberapa insiden yang menewaskan teman pendaki lainnya dengan berbagai kronologis yang berbeda. Pada intinya disiplin, doa dan restu yang akan mengantarkan kita pulang dengan sehat dan selamat.
Setelah breafing pemeriksaan slepping bag dimulai, salah satu syarat lainnya dalam pendakian semeru adalah masing-masing harus membawa sb satu orang satu.
Packing sudah selesai, jaket sudah dikenakan, doa sudah dipanjatkan ... kita mulai semua ini dengan melangkah hahahha bismillah...
Start jam 4 sore dan estimasi tiba di ranu kumbolo adalah jam 9 malam. kurang lebih 5 jam perjalanan.
Perjalanan awal kita masih disuguhkan dengan bukit-bukit dan kebun yang sanggat menggoda mata. Dalam hati gue udah tekatin bahwa perjalanan ini harus berirama minimal 15 per 3 (15 menit jalan dan 5 menit istirahat). Gue sangat bersyukur banget bisa jalan dengan mereka. Selain rasa aman, gue ngerasa diistimewakan dengan gak bawa berat-berat. Medan nya cukup landai tapi beberapa kali ada menanjak yang bikin nafas ngos-ngosan.
Rencana awal 15/5 berubah jadi 1jam 2 menit. sekitaran 1 jam perjalana akhirnya ada yang teriak "Break". Syukurlah... detak jantung gue udah semakin kencang sama sewaktu gue jatuh cinta hahahhaa.. prestasi banget jalan satu jam tanpa berenti iyalah, tas nya enteng cuma 25 liter dengan 3 liter air . Ada hal yang mengejutkan yang bikin gue sampe gak kedip mata. ternyata Bang Iwan, bang Indra, dan bang Akim adalah pemula. first hike at mountain semeru dengan beban berat carier yang lumayan menurut gue. Hebat !!!
Hari udah mulai gelap, udara juga semakin dingin. gue gak betah buat break terlalu lama karna semakin lama istirahat akan semakin terasa dinginnya.
Medan masih landai, tanjak turun lika liku masih kita lewatin. kita berjalan rapat kearah kanan namun harus berkonsentrasi karna mudah saja tebing tersebut runtuh dan sisi kiri adalah jurang yang siap menanti akibat kelalaian kita.
Dari kejauhan kerlap kelip lampu headlamp dari ranu kumbolo udah muali terlihat, candaan dan obrolan juga kembali terdengar setelah beberapa menit lalu tak terdengar. Posisi gue sekarang tepat dibelakang bang iwan yang udah mulai terlihat tanda-tanda kelelahannya. gue yang gak tega banget liat bang iwan kecapean gitu...
jalan sekarang menurun dan beberapa kali gue sempat kesandung, jalan turun itu menandakan banget kalau ranukumbolo mulai dekat. yeah !!! setengah 9 malam mendarat cantik di ranukumbolo.
gak terlihat indahnya lekuk manis danau yang katanya surga di semeru. hanya seribu bintang yang menyambut bersahabat di sini. tenda langsug dikeluarkan dari sarangnya dan gue dengan segera mengambil alih logistic. terasa juga cacing diperut berdemo sejak sore tadi.
angin ranukombolo mulai memasuki tuulang berulang kita. tim mister juga mendirikan tenda tepat disamping kita.
gue seneng banget pas masuk tenda ternyata bisa berdiri, biasanya tidur ditenda sempit-sempitan ini gue bisa selonjoran dengan nyamannya.
Udara diluar tenda mendadak berubah suhu jadi gak terlalu dingin. langit semakin mendung dan kita gak bisa liat hotel seribu bintang lagi.
Candaan dan percakapan dari yang jelas sampe gak jelas, dari berisik sampe sepi dan satu perasatu mulai masuk kealam bawah sadarnya mempersiapkan diri dan tenaga untuk besok menuju kalimati.
03 Mei 2016,
Matahari masih terlihat malu untuk menampakan sinarnya di ranukumbolo. Kabut tipis masih menjadi penghias kala pagi ini. Setelah sarapan dan bersantai ria, kita segera berkemas dan melanjutkan perjalanan menuju kalimati dengan jarak tempuh kurang lebih 5 jam waktu normal.
Rintangan pertama adalah Tanjakan Cinta.
Sebelum jalan gue jadi bulan-bulanan mereka yang ngeledek kalo gue mau fokus saat jalan ditanjakan cinta. ternyata pas kita jalan satu persatu, masing-masing fokus dengan harapannya sendiri dan itu yang bikin gak fokus karna gue asik neriakin mereka yang perlahan tapi pasti jalan tanpa nengok kebelakang hahahaha..
Kelihatannya sih pendek, aslinya masyaallah !! cukup buat nafas ngos-ngosan dan jantung berdetak kencang seperti hal nya orang yang lagi jatuh cinta.
Sampai juga akhirnya, dan segera mungkin gue berbalik arah pandang. semua nampak kecil dan gue semakin percaya kalo ini tinggi banget. gue masih terus memandang dengan berharap harapan yang tadi gue sebutkan menjadi nyata efek korban film.
Februari 2016, gue sedikit lupa tanggalnya yang pasti posisi saat itu gue sedang di depan ruang operasi. bukan gue yang dioperasi tapi belahan hati gue "ibu"..
Dering tlp bunyi terus, isinya dari bang haris yang selalu nanya gue "udah transfer belom ? tiket nya udah sisa 5 nih yang satu gerbong".
Rencana awal pendakian itu bareng ilalang buana. setelah diskusi panjang kita berbeda pendapat. Ilalang mau ke semeru tapi hanya ber empat, gak mau gabung dengan bang haris dan tim. Padahal Bang Haris dan tim udah jauh lebih berpengalaman soal pendakian gunung. Alasannya sih "lebih asik kita cuma berempat, susah seneng ber empat, cape-capean berempat" tapi gue menentang dan berbeda paham. Menurut gue, akan jauh lebih seru kita sama-sama, gabung dengan teman-teman yang lain. Nambah temen, berbagi wawasan dan yang pasti akan jauh lebih aman karna mereka lebih berpengalaman. Akhirnya gue memutuskan "Berangkat gak berangkatnya Ilalang gue tetep jalan bareng bang haris".
Kurang lebih 3 bulan dari februari. Komunikasi juga hanya melalui bbm dan telepon. bang haris beberapa kali ngajak gue ketemu, berhubung belahan jiwa gue lagi terbaring lemah, gue gak bisa ninggalin dia.
Tiket udah dipesen, dan gue masih gak tau siapa-siapa aja yang akan jalan di bulan Mei besok.
Lanjut cerita, Memasuki bukan April...
Sedikit nya gue udah mulai kepikiran soal semeru, tidur gue kadang gak nyenyak dan terus mandangin kalender yang udah gue lingkerin biru dengan keterangan "3676" .
yang gue tau, kita berangkat tanggal 1 mei sampai 8 mei 2016. ber 5 dan gue cewe sendiri. Gue gak pernah tau siapa aja orang-orang nya, gue gak pernah kenal, gue juga gak pernah tau siapa. Tapi ada rasa kepercayaan yang tinggi kalau mereka semua orang baik yang akan menjadi saksi pijakan gue ditanah tertinggi di pulau jawa.
30 April 2016, jadwal hari ini lumayan padet. Mulai dari kerja, kuliah, jadwal MC dan janjian untuk metting point sama bang haris dan tim yang mau ke Semeru. Cuaca kali itu gk bersahabat banget, hujan gak berenti sampai malam membasahi ibu kota. Jam 11 malem gue baru bisa ketemu bang haris untuk metting point. Awalnya bang haris mau ngajak gue ketemu sama temen-temen, berhubung gue lelah tingkat dewa akhirnya kita ketemu cuma berdua.
Gambaran sedikit tentang plann udah dikasih tau, dan ternyata sekarang bukan ber 5 tapi ber 7. gue masih tetep jadi yang paling cantik karna cewe sendiri. makin resah sih, tapi bang haris ngeyakinin gue kalau mereka itu adalah guru dia dalam hal pendakian.
Sampe jam 2 malem packing blm selesai juga.. Biasanya gue selalu pakai tas kesayangan dengan muatan 75Ltr, berhubung gue pergi sama laki-laki tangguh akhirnya disuruh pakai yang 25Ltr.
Lipet sana sini, tekuk sana sini akhirnya rapih juga jam 3 pagi. semua barang udah masuk termasuk P3K yang gak pernah sedikitpun terlupa,
01 Mei 2016, Bangun tidur agak sedikit siang sekitar jam 10 Pagi,
Gue memastikan kembali barang yang udah gue packing supaya gak ada yang tertinggal. Bang haris dateng jemput gue jam 12 siang.
Restu doa dan kecupan sayang dari ayah ibu udah diberikan untuk anaknya yang cantik ini, dan perlahan pamit meningalkan rumah tercinta untuk 1 minggu kedepan.
Sebelum ke tempat kramat para pendaki "pasar senen" kita mampir ke penggilingan dulu. disana adalah basecamp teman-teman yang lain.
Oke kita kenalan, disana ada bang bowo yang jadi kapten perjalanan kita, ada bang dedi, bang Akim, bang iwan, bang indra, bang haris dan gue sendiri citra. Go on the way pasar senen.
Kita sama sekali gak ngikutin film 5 KG, sama sekali gak terinspirasi dari film itu yang adegan si iyan lari-larian ngejar kreta karna terlambat.
Baru banget turun KRL kita udah denger info "kreta matarmaja jurusan malang segera diberangkatkan" para petugas stasiun juga berteriak "matarmaja jalan matarmaja jalan" langsung dong dengan spontan kita semua lari terbirit-birit ngejar kreta. Antrian yang panjang langsung kita potong sampe-sampe tiket kreta krl kita tinggal gitu aja di loket keluar. Dari kita ber 7, dua orang yang salah satunya gue udah masuk dalam gerbong, perlahan kreta udah mulai jalan dan bang indra masih jauh dibelakang. kebayangkan gimana dag did dug nya kaya di film yang lari-larian terus tanggannya ditarik buat masuk kedalam kreta..
"Alhamdulillah gak jadi ketinggalan kreta" kita ber tujuh mendadak jadi tren topik di gerbong itu katanya sih terinspirasi yah dari film hahaha padahal karna kreta KRL nya ditahan di jatinegara.
okeh lupakanlah yang jelas kita menuju Malang.
Kurang lebih 16 jam perjalanan Jakarta - Malang, keakraban mulai terlihat walau masih agak canggung sih. kita naek di gerbong satu supaya sampe duluan sih katanya, dan di gerbong ini hampir semuanya pendaki dengan tujuan yang sama MAHA MERU.
Skip cerita perjalanan
Selamat datang di kota malang "Jam 8 Pagi 02 Mei 2016"
Dimalang kita gabung dengan 4 orang dari kemayoran "Bang steven alias mister, bang wahyu alias bang jon, bang junaedi alias bang mbul, dan bang habib gak pake alias". jadi total kita 11 orang dan masih tetep gue yang paling cantik.
Dari stasiun Malang ke pasar Tumpang kita charter angkot kenalan temannya mas bowo. sampai di tumpang mas bowo langsung mengurus pendaftaran dan perizinan pendakian. Tugas gue dan bang haris adalah belanja logistic dipasar.
Cukup lama kita terdampar di pasar tumpang karna ternyata ada persyaratan pendaftaran yang kurang dari bang habib. Karna mas bowo bang steven menggabungkan jadi satu simaksi mau gak mau kita saling tunggu karna kita udah jadi satu tim..
Semua telah selesai dan perjalanan dimulai.. barang udah selesai masuk dalam jepp. gue ambil posisi untuk duduk cantk samping mas supir (karna masih muda). Perjalanan dari tumpang-ranu pane cukup jauh kurang lebih 1,5 jam. gue semakin bertanya-tanya kejutan apa yang akan didapat dari perjalanan ini
| Bukit teletubbies Bromo Tengger |
Sampai juga dengan jantung yang masih degdegan karna trek jalan yang menantang.. Ranu Pani.
Mas bowo melanjutkan pengurusan simaksi di dalam, dan kita semua di kumpulkan dalam satu ruangan untuk breafing.
Dalam breafing dijelaskan jalur-jalur yang akan kita laluin, dan menurut gue ini gemblengan mental seksi pertama. Karna dijelaskan secara gambalang banget kalau jalur pendakian semeru sanggat mengerikan. Jurang dan runtuhan tebing bisa setiap saat menyapa. perlu sanggat ekstra hati-hati dan fokus dalam perjalanan. Diceritakan juga mengenai beberapa insiden yang menewaskan teman pendaki lainnya dengan berbagai kronologis yang berbeda. Pada intinya disiplin, doa dan restu yang akan mengantarkan kita pulang dengan sehat dan selamat.
Setelah breafing pemeriksaan slepping bag dimulai, salah satu syarat lainnya dalam pendakian semeru adalah masing-masing harus membawa sb satu orang satu.
Packing sudah selesai, jaket sudah dikenakan, doa sudah dipanjatkan ... kita mulai semua ini dengan melangkah hahahha bismillah...
Start jam 4 sore dan estimasi tiba di ranu kumbolo adalah jam 9 malam. kurang lebih 5 jam perjalanan.
Perjalanan awal kita masih disuguhkan dengan bukit-bukit dan kebun yang sanggat menggoda mata. Dalam hati gue udah tekatin bahwa perjalanan ini harus berirama minimal 15 per 3 (15 menit jalan dan 5 menit istirahat). Gue sangat bersyukur banget bisa jalan dengan mereka. Selain rasa aman, gue ngerasa diistimewakan dengan gak bawa berat-berat. Medan nya cukup landai tapi beberapa kali ada menanjak yang bikin nafas ngos-ngosan.
Rencana awal 15/5 berubah jadi 1jam 2 menit. sekitaran 1 jam perjalana akhirnya ada yang teriak "Break". Syukurlah... detak jantung gue udah semakin kencang sama sewaktu gue jatuh cinta hahahhaa.. prestasi banget jalan satu jam tanpa berenti iyalah, tas nya enteng cuma 25 liter dengan 3 liter air . Ada hal yang mengejutkan yang bikin gue sampe gak kedip mata. ternyata Bang Iwan, bang Indra, dan bang Akim adalah pemula. first hike at mountain semeru dengan beban berat carier yang lumayan menurut gue. Hebat !!!
Hari udah mulai gelap, udara juga semakin dingin. gue gak betah buat break terlalu lama karna semakin lama istirahat akan semakin terasa dinginnya.
Medan masih landai, tanjak turun lika liku masih kita lewatin. kita berjalan rapat kearah kanan namun harus berkonsentrasi karna mudah saja tebing tersebut runtuh dan sisi kiri adalah jurang yang siap menanti akibat kelalaian kita.
Dari kejauhan kerlap kelip lampu headlamp dari ranu kumbolo udah muali terlihat, candaan dan obrolan juga kembali terdengar setelah beberapa menit lalu tak terdengar. Posisi gue sekarang tepat dibelakang bang iwan yang udah mulai terlihat tanda-tanda kelelahannya. gue yang gak tega banget liat bang iwan kecapean gitu...
jalan sekarang menurun dan beberapa kali gue sempat kesandung, jalan turun itu menandakan banget kalau ranukumbolo mulai dekat. yeah !!! setengah 9 malam mendarat cantik di ranukumbolo.
gak terlihat indahnya lekuk manis danau yang katanya surga di semeru. hanya seribu bintang yang menyambut bersahabat di sini. tenda langsug dikeluarkan dari sarangnya dan gue dengan segera mengambil alih logistic. terasa juga cacing diperut berdemo sejak sore tadi.
angin ranukombolo mulai memasuki tuulang berulang kita. tim mister juga mendirikan tenda tepat disamping kita.
gue seneng banget pas masuk tenda ternyata bisa berdiri, biasanya tidur ditenda sempit-sempitan ini gue bisa selonjoran dengan nyamannya.
Udara diluar tenda mendadak berubah suhu jadi gak terlalu dingin. langit semakin mendung dan kita gak bisa liat hotel seribu bintang lagi.
Candaan dan percakapan dari yang jelas sampe gak jelas, dari berisik sampe sepi dan satu perasatu mulai masuk kealam bawah sadarnya mempersiapkan diri dan tenaga untuk besok menuju kalimati.
03 Mei 2016,
| SELAMAT PAGI !! |
| Bang Indra, Bang Akim, citra, Bang bowo, Bang haris, Bang Dedi, Bang Iwan, Bang mbul, Bang wahyu, Bang habib, taken by mister (bang steven) |
Rintangan pertama adalah Tanjakan Cinta.
Sebelum jalan gue jadi bulan-bulanan mereka yang ngeledek kalo gue mau fokus saat jalan ditanjakan cinta. ternyata pas kita jalan satu persatu, masing-masing fokus dengan harapannya sendiri dan itu yang bikin gak fokus karna gue asik neriakin mereka yang perlahan tapi pasti jalan tanpa nengok kebelakang hahahaha..
Kelihatannya sih pendek, aslinya masyaallah !! cukup buat nafas ngos-ngosan dan jantung berdetak kencang seperti hal nya orang yang lagi jatuh cinta.
Sampai juga akhirnya, dan segera mungkin gue berbalik arah pandang. semua nampak kecil dan gue semakin percaya kalo ini tinggi banget. gue masih terus memandang dengan berharap harapan yang tadi gue sebutkan menjadi nyata efek korban film.
Selepas engap akibat tanjakan cinta, kita akan disuguhkan dengan karya Ciptaan Allah yang gak kalah cantiknya dengan ranukumbolo, yaitu "Oro Oro Rombo".
| Oro-oro rombo surga ke 2 gunung Semeru |
Hati gue semakin kacau balau nyaksiin keindahan yang bener-bener gak ada duanya. entah harus bagaimana gue memuji dan mengucap syukur. gue bener-bener jatuh cinta, sungguh cinta.
Di oro-oro rombo ini adalah padang savana yang sanggat luas, disini juga ada tumbuhan yang kalo orang bilang bunga lavender. Padahal itu salah, bunga warna ungu yang cantiknya aduhai merupakan benalu yang mematikan tumbuhan disekitarnya. Bunga itu bernama VERBENA.
Para pendaki dihimbau untuk memetik bunga tersebut, TAPI SETELAH DIPETIK JANGAN DIBUANG SEMBARANG TEMPAT karna bunga tersebut dapat dengan mudah tumbuh kembali dan mematikan tumbuhan yang ditumpangi #SaveEdelwies.
| verbena brasiliensis |
Gue beruntung karna warna bunga itu unggu, coba kalo merah. haduh apa kabar gue yang phobia bunga -,- ...
medan kali ini semakin menantang, jarang banget ada dataran lebih ke menanjak tapi masih cukup ramah. beberapa kali kita juga ketemu dengan kaka pendaki yang satu gerbong dikreta kemarin.
Sapaan dan semangat terdengar khas dari mereka. cuma di gunung doang yang gak kenal mendadak jadi kaya saudara . Awalnya saling nyemangatin antar tim, lama kelamaan malah jadi saling ngecengin hahahahah itulah bumbu perjalanan.
Tenaga benar-benarkekuras banget, gak terasa kita break udah semakin lama dan badan mulai terasa dingin. Akhirnya kita lanjutin perjalanan kembali.
Kali ini irama perjalanan gak teratur banget. Bang bowo dengan sabarnya nunggu gue yang sedikit-dikit ngaso. Mister steven juga gak kalah romantisnya nungguin gue tidur, ngasih coklat, ngasih susu dan ngasih semangat Ayoo mpoo dikit lagi.....
Kesehatan gue tiba-tiba menurun sedikit lagi sampe kalimati. Badan lemes, nafas sesak, pandangan kabur-kaburan ditambah lagi perut melilit. entah karna apa yang jelas gue ngerasa badan gue gak se fit tadi.
Sampe akhirnya kita break untuk makan siang ditengah perjalanan menuju kalimati, disana juga kita bertemu dengan pendaki lain. gue kurang tau apa itu satu tim atau gabungan juga, yang jelas mereka se RT. Dari sekian banyak, gue perhatikan cuma ada satu wanita dirombongan itu, samalah ya kaya gue. Dengan jurus SKSD gue menawarkan secangkir susu coklat panas ke si mba (sapaan gue ke wanita tadi). mulai lah perkenalan lewat jabat tangan itu, dan ternyata mereka yang foto bareng waktu di oro-oro rombo tadi. satu persatu rombongan si mba itu tiba, sumpah gokil banget candaan mereka sampe gue yang udah lemes makin lemes karna tertawa begitu lepas. Kita jalan duluan menuju kalimati, sedangkan rombongan si mba (tanggerang) masih beristirahat.
Sampai di Kalimati, teman-teman langsung mendirikan tenda. Bang Haris dan Bang Indra bertugas mengambil air di sumber mani yang menurut info jarak tempuhnya 1 Jam dari Camp Ground Kalimati dengan medan yang cukup berat.
Selesai tenda berdiri, gue dan mister steven langsung memasak. Kali ini mereka request makan besar. Mister steven bagian goreng dan gue yang ngolah bumbu. Bang Bowo masih jadi spesialis masak nasi dan bang dedi spesialis masak ager. Bang haris jadi asisten bang bowo dan bang akim jadi asisten bang dedi. Bang habib dan bang wahyu masih jadi tim Wara Wiri, bang indra bang iwan dan bang mbul langsung memejamkan mata didalam tenda berselimut SB.
Setelah makan malam, gak ada kompromi semua harus segera tidur untuk memulihkan tenaga summit malam nanti. yang lain udah tidur dengan posisi masing-masing, sedangkan gue bang bowo dan bang akim masih aja asik bercanda ngebahas tanjakan cinta. sampe akhirnya bang bowo ngomel dan nyuruh kita tidur di jam 10.
04 Mei 2016, 00.15 WIB situasi kalimati sudah mullai ramai. terdengar suara-suara pendaki lain yang mulai untuk Summit menuju puncak. Bang dedi baru aja selesai masak sarapan pagi dan ager yang akan di bawa ke puncak. dengan mata yang masih ngantuk, gue coba untuk melawan. Udara malam ini masih bersahabat belum terlalu dingin menusuk tulang. segera berpakaian tebal untuk antisipasi kedinginan. Mister steven mulai memasangkan gaiter (maklum pemula gak ngerti masangnya).
Setelah berdoa memohon kekuatan, keselatamatn, Kelancaran, dan kemudahan.. Pendakian pun dimulai.
jalanan cukup masih terbilang landai namun sudah bermedan pasir. kelokan dan beberapakali tanjakan yang harus memaksa kaki bekerja lebih keras lagi untuk menopang badan.
Gue gak terlalu paham untuk formasi saat ini, yang gue tau di belakang ada bang steven, bang bowo, gue, bang iwan, dan bang haris..selebihnya gue gak tau itu siapa.
baru seperempat perjalanan gue mulai terasa enggap. ngerasa banget badan gak fit. sumpah gak fit.
kita masing-masing fokus dengan tapakan kaki sendiri. disaat kita lagi terfokus tiba-tiba angin gunung menyerang badan gue. drastis !! mungkin ini yang dinamakan mountain sickness.
nyeri kepala, muntah-muntah hebat, ditambah sesak nafas karna udara dingin bercampur debu yang bersamaan masuk kehidung. Tiupan angin yang sanggat mistik juga masuk lewat telingga. Hampir kehilangan kesadaran. Gue masih bekerja keras menetralisir diri gue sendiri, sedangkan otak gue masih bekerja keras memerintahkan raga untuk tetap sadar.
Sedikit romantis ketika bang even mengusap punggung gue dan membesarkan hati gue untuk tidak melanjutkan perjalanan.. Jarak dari gue ke depan itu lumayan jauh. alhamdulillahnya bang haris denger dan langsung memberhentikan teman-teman yang lain.
Oke gue turun dengan hati lapang, posisi udah jam setengah 3 dan puncak udah didepan mata. kurang lebih 3 jam lagi sampe puncak. Pasir mahameru masih terasa dingin dikaki. Gue teringat pesan waktu breafing kemarin "Tujuan utama bukanlah puncak, tapi kembali kerumah dengan sehat dan selamat".
Sampai juga kita ditenda. Sedikit pesan untuk para pendaki, apapun yang dirasa meski hanya sekedar sakit perut itu perlu dikomunikasikan ke tim. jangan sampai hal diatas terjadi karna bukan hanya membahayakan dirisendiri tapi juga membahayakan orang lain. jangan memaksakan diri untuk mencapai puncak, karna puncak bukan tujuan utama !!!
Dari perjalanan turun sampe ditenda gue gak berenti muntah-muntah. ada aja hal-hal aneh yang gue rasa lebih ke mistiknya. gue sengaja gak bicara langsung takut memperkeruh suasana. bang bowo dan bang haris kayanya tau apa yang gue rasa. Gue ngerasa ini bukan badan gue, gue ngerasa aneh sama badan gue sendiri. dan ternyata mungkin penyebabnya akibat gue kedatangan tamu bulanan. ohh my god !!
Sang fajar udah mulai terbit, gue bang bowo dan bang haris memandang keatas sambil berbincang "temen-temen udah sampe apa belom yah ?? siapa yang ngebawa ? untung ada mister steven jadi sedikit gak cemas lah".
Jam 10 siang satu persatu manteman datang dengan wajah gembiranya. gue dengan tubuh yang masih lemas mencoba membuatkan minuman hangat untuk mereka.
Setelah sarapan dan berkemas, kita mulai melanjutkan perjalanan kembali menuju ranokumbolo untuk bermalam disana. Doa sudah dipanjatkan formasi sudah mulai diatur. Perjalanan turun dibuka oleh gue sendiri disusul bang bowo dan bang aqim kebelakangnya lanjutin sendiri aja.
Perjalanan pulang emang jauh lebih cepet dibandingkan naik. naik 5 jam turun cuma 2 jam. waktu summit naik 7 jam turun gak sampe satu jam. hebat !!!
Indahnya Ranokumbolo emang bikin kita susah moveon. memaksa diri untuk berlama-lama singgah disana. berbisik untuk selalu kembali. mengasah pribadi, mengukir cinta dan kenangan disana.
Berselimut kabut dengan cahaya bintang dan headlamp ditambah dengan susu coklat panas + roti bakar kacang membuat mata ini enggan terpejam. satu demi satu personil mulai terlelap. seperti biasa hanya gue, bang bowo, dan bang haris yang masih asik bercanda sambil memperharikan para pendaki yang baru berdatangan.
05 Mei 2016
Selamat pagi lagi ranu kumbolo, rutinitas sarapan sudah dilaksanakan. hari ini adalah terakhir kita di SEMERU. sumpah gue gak mau pulang, gue masih betah untuk berlama-lama disini.
Perjalanan turun dari ranukumbolo - Ranupani ditempuh dengan waktu kurang lebih 5 Jam. ditemani derasnya hujan ditambah padatnya orang-orang yang mau mendaki. Gue binggung kenapa bisa banyak kaya gitu. Semeru bukan lagi gunung yang ditakutkan, tapi menurut gue semeru itu tetap gunung yang cukup sulit untuk ditahlukkan.
Semeru... Terimakasih atas kerahamanmu, telah dengan senang hati bersahabat dengan Kami para Penikmat Alam-Mu. Dinginmu, terjalmu, jurangmu, tebingmu akan selalu kurindu..
dan untukmu MAHAMERU... masih terbesit dalam angganku untuk mencumbui pasirmu, menapakan kaki ini di tubuh gagahmu, merasakan hangat desir pasirmu, bertaruh nyawa, merasa khawatir, takut, bahkan mungkin terbesit asa untuk menyerah..
izinkan aku kembali mengasah pribadiku mengukir cinta bersama para sahabat.
Gunung Semeru, 02-05 Mei 2016
Tenaga benar-benarkekuras banget, gak terasa kita break udah semakin lama dan badan mulai terasa dingin. Akhirnya kita lanjutin perjalanan kembali.
Kali ini irama perjalanan gak teratur banget. Bang bowo dengan sabarnya nunggu gue yang sedikit-dikit ngaso. Mister steven juga gak kalah romantisnya nungguin gue tidur, ngasih coklat, ngasih susu dan ngasih semangat Ayoo mpoo dikit lagi.....
Kesehatan gue tiba-tiba menurun sedikit lagi sampe kalimati. Badan lemes, nafas sesak, pandangan kabur-kaburan ditambah lagi perut melilit. entah karna apa yang jelas gue ngerasa badan gue gak se fit tadi.
Sampe akhirnya kita break untuk makan siang ditengah perjalanan menuju kalimati, disana juga kita bertemu dengan pendaki lain. gue kurang tau apa itu satu tim atau gabungan juga, yang jelas mereka se RT. Dari sekian banyak, gue perhatikan cuma ada satu wanita dirombongan itu, samalah ya kaya gue. Dengan jurus SKSD gue menawarkan secangkir susu coklat panas ke si mba (sapaan gue ke wanita tadi). mulai lah perkenalan lewat jabat tangan itu, dan ternyata mereka yang foto bareng waktu di oro-oro rombo tadi. satu persatu rombongan si mba itu tiba, sumpah gokil banget candaan mereka sampe gue yang udah lemes makin lemes karna tertawa begitu lepas. Kita jalan duluan menuju kalimati, sedangkan rombongan si mba (tanggerang) masih beristirahat.
Sampai di Kalimati, teman-teman langsung mendirikan tenda. Bang Haris dan Bang Indra bertugas mengambil air di sumber mani yang menurut info jarak tempuhnya 1 Jam dari Camp Ground Kalimati dengan medan yang cukup berat.
Selesai tenda berdiri, gue dan mister steven langsung memasak. Kali ini mereka request makan besar. Mister steven bagian goreng dan gue yang ngolah bumbu. Bang Bowo masih jadi spesialis masak nasi dan bang dedi spesialis masak ager. Bang haris jadi asisten bang bowo dan bang akim jadi asisten bang dedi. Bang habib dan bang wahyu masih jadi tim Wara Wiri, bang indra bang iwan dan bang mbul langsung memejamkan mata didalam tenda berselimut SB.
Setelah makan malam, gak ada kompromi semua harus segera tidur untuk memulihkan tenaga summit malam nanti. yang lain udah tidur dengan posisi masing-masing, sedangkan gue bang bowo dan bang akim masih aja asik bercanda ngebahas tanjakan cinta. sampe akhirnya bang bowo ngomel dan nyuruh kita tidur di jam 10.
04 Mei 2016, 00.15 WIB situasi kalimati sudah mullai ramai. terdengar suara-suara pendaki lain yang mulai untuk Summit menuju puncak. Bang dedi baru aja selesai masak sarapan pagi dan ager yang akan di bawa ke puncak. dengan mata yang masih ngantuk, gue coba untuk melawan. Udara malam ini masih bersahabat belum terlalu dingin menusuk tulang. segera berpakaian tebal untuk antisipasi kedinginan. Mister steven mulai memasangkan gaiter (maklum pemula gak ngerti masangnya).
Setelah berdoa memohon kekuatan, keselatamatn, Kelancaran, dan kemudahan.. Pendakian pun dimulai.
jalanan cukup masih terbilang landai namun sudah bermedan pasir. kelokan dan beberapakali tanjakan yang harus memaksa kaki bekerja lebih keras lagi untuk menopang badan.
Gue gak terlalu paham untuk formasi saat ini, yang gue tau di belakang ada bang steven, bang bowo, gue, bang iwan, dan bang haris..selebihnya gue gak tau itu siapa.
baru seperempat perjalanan gue mulai terasa enggap. ngerasa banget badan gak fit. sumpah gak fit.
kita masing-masing fokus dengan tapakan kaki sendiri. disaat kita lagi terfokus tiba-tiba angin gunung menyerang badan gue. drastis !! mungkin ini yang dinamakan mountain sickness.
nyeri kepala, muntah-muntah hebat, ditambah sesak nafas karna udara dingin bercampur debu yang bersamaan masuk kehidung. Tiupan angin yang sanggat mistik juga masuk lewat telingga. Hampir kehilangan kesadaran. Gue masih bekerja keras menetralisir diri gue sendiri, sedangkan otak gue masih bekerja keras memerintahkan raga untuk tetap sadar.
Sedikit romantis ketika bang even mengusap punggung gue dan membesarkan hati gue untuk tidak melanjutkan perjalanan.. Jarak dari gue ke depan itu lumayan jauh. alhamdulillahnya bang haris denger dan langsung memberhentikan teman-teman yang lain.
Oke gue turun dengan hati lapang, posisi udah jam setengah 3 dan puncak udah didepan mata. kurang lebih 3 jam lagi sampe puncak. Pasir mahameru masih terasa dingin dikaki. Gue teringat pesan waktu breafing kemarin "Tujuan utama bukanlah puncak, tapi kembali kerumah dengan sehat dan selamat".
Sampai juga kita ditenda. Sedikit pesan untuk para pendaki, apapun yang dirasa meski hanya sekedar sakit perut itu perlu dikomunikasikan ke tim. jangan sampai hal diatas terjadi karna bukan hanya membahayakan dirisendiri tapi juga membahayakan orang lain. jangan memaksakan diri untuk mencapai puncak, karna puncak bukan tujuan utama !!!
Dari perjalanan turun sampe ditenda gue gak berenti muntah-muntah. ada aja hal-hal aneh yang gue rasa lebih ke mistiknya. gue sengaja gak bicara langsung takut memperkeruh suasana. bang bowo dan bang haris kayanya tau apa yang gue rasa. Gue ngerasa ini bukan badan gue, gue ngerasa aneh sama badan gue sendiri. dan ternyata mungkin penyebabnya akibat gue kedatangan tamu bulanan. ohh my god !!
Sang fajar udah mulai terbit, gue bang bowo dan bang haris memandang keatas sambil berbincang "temen-temen udah sampe apa belom yah ?? siapa yang ngebawa ? untung ada mister steven jadi sedikit gak cemas lah".
Jam 10 siang satu persatu manteman datang dengan wajah gembiranya. gue dengan tubuh yang masih lemas mencoba membuatkan minuman hangat untuk mereka.
Setelah sarapan dan berkemas, kita mulai melanjutkan perjalanan kembali menuju ranokumbolo untuk bermalam disana. Doa sudah dipanjatkan formasi sudah mulai diatur. Perjalanan turun dibuka oleh gue sendiri disusul bang bowo dan bang aqim kebelakangnya lanjutin sendiri aja.
Perjalanan pulang emang jauh lebih cepet dibandingkan naik. naik 5 jam turun cuma 2 jam. waktu summit naik 7 jam turun gak sampe satu jam. hebat !!!
Indahnya Ranokumbolo emang bikin kita susah moveon. memaksa diri untuk berlama-lama singgah disana. berbisik untuk selalu kembali. mengasah pribadi, mengukir cinta dan kenangan disana.
Berselimut kabut dengan cahaya bintang dan headlamp ditambah dengan susu coklat panas + roti bakar kacang membuat mata ini enggan terpejam. satu demi satu personil mulai terlelap. seperti biasa hanya gue, bang bowo, dan bang haris yang masih asik bercanda sambil memperharikan para pendaki yang baru berdatangan.
05 Mei 2016
Selamat pagi lagi ranu kumbolo, rutinitas sarapan sudah dilaksanakan. hari ini adalah terakhir kita di SEMERU. sumpah gue gak mau pulang, gue masih betah untuk berlama-lama disini.
Perjalanan turun dari ranukumbolo - Ranupani ditempuh dengan waktu kurang lebih 5 Jam. ditemani derasnya hujan ditambah padatnya orang-orang yang mau mendaki. Gue binggung kenapa bisa banyak kaya gitu. Semeru bukan lagi gunung yang ditakutkan, tapi menurut gue semeru itu tetap gunung yang cukup sulit untuk ditahlukkan.
Semeru... Terimakasih atas kerahamanmu, telah dengan senang hati bersahabat dengan Kami para Penikmat Alam-Mu. Dinginmu, terjalmu, jurangmu, tebingmu akan selalu kurindu..
dan untukmu MAHAMERU... masih terbesit dalam angganku untuk mencumbui pasirmu, menapakan kaki ini di tubuh gagahmu, merasakan hangat desir pasirmu, bertaruh nyawa, merasa khawatir, takut, bahkan mungkin terbesit asa untuk menyerah..
izinkan aku kembali mengasah pribadiku mengukir cinta bersama para sahabat.
Gunung Semeru, 02-05 Mei 2016
Komentar
Posting Komentar