Lebih dari sekedar Tokoh utama
Kita memang tak pernah tahu kapan dan kepada siapa kita kan jatuh cinta..
Aku juga bukanlah seseorang yang pandai untuk merangkai kata, tak pandai pula mengutarakan maksud dengan untaian kalimat yang indah...
Cinta memang butuh ruang dan waktu,
Cinta pula perlu untuk saling mengenal..
Namun yang perlu kita tahu, cinta hadir bukan disaat kita siap melainkan disaat kita berani mengutarakannya.
Ketika kita bertemu dan mengenal orang lain, tuhan memberikan kita dua pilihan. Pertama, untuk hidup dengannya dan yang ke dua, untuk mengambil pelajaran dari kehadirannya.
Yaa..kehadirannya.
Hadir yang karna memang bukan suatu kebetulan.
Dia sempat menjadi seseorang yang lebih dari tokoh utama.
Bersamanya terasa indah mesti keterbatasan itu selalu ada.
Dia selalu melukiskan tawa dan senyum penuh keikhlasan.
Membangkitkan kembali semangat yang terkadang nyaris terhenti.
Meyakinakan jika itu bukan hanya sebuah janji dan ku mempercayainya.
Iya dia lebih dari sekedar tokoh utama .
Sesuatu yang tak biasa itu kembali mengusik,
Mengusik yang kala itu dalam situasi tak tepat,
Masih ada yang harus diselesaikan,
Masih ada yang harus diperjelaskan,
Namun sesuatu itu meyakinkan dan tak henti mengusik kenyamanan hati..
Iya dia lebih dari sekedar tokoh utama.
Terselipkan suatu nama dalam doa
Suatu harapan akan kenyataan
Suatu pencapaian dari penantian
Suatu jawaban dari pertanyaan
Suatu balas dari pemberian, pemberian rasa.
Iya dia lebih dari sekedar tokoh utama.
Pembuktian telah ditunjukan ketika pengakuan atas pengharapan telah diutarakan.
Sesuatu itu salah
Sesuatu itu keliru
Sesuatu itu semu
Sesuatu itu abu-abu
Dan sesuatu itu akan tetap menjadi sesuatu yang mungkin akan segera terkubur..
Dia tetap lebih dari sekedar tokoh utama.
Untuk kesekian kali, disaat semua sudah tertutup rapi
Kau mencoba membuka kembali
Kembali ingin kau ungkit apa sesuatu itu
Kembali pula kau ingin tahu siapa tokoh utama itu ?
Terutarakan perlahan, tertatih, dengan senyum manis yang selalu saja terukir
Dia lebih dari sekedar tokoh utama..
Tak ada cinta yang tak diungkapkan,
Tak bisa cinta tanpa harus menjatuhkan pilihan..
Tak perduli berapa banyak pembicaraan yang telah diutarakan,
Telah kuberi garis bawah kata itu, kata yang "dulu" sanggat ku tunggu namun ku ragukan slalu.
Kata yang mungkin kan dapat merubah semua keraguanku,
Kata yang mungkin kan dapat melengkapi cerita-cerita itu,
Yang akan ku dampingi dengan segenap kesungguhan itu..
Namun...semua telah berbeda, sudah tak lagi sama.
Kemungkinan akan terjadi,
Mungkin kita terlambat untuk saling mengutarakan,
Mungkin kita terlalu rapat menutup ruang itu hingga selalu terlihat rapih dan terisi,
Mungkin kita tak percaya akan apa yang saling kita rasakan,
Namun sudah pasti takdir menuntut untuk kita menjatuhkan pilihan dari kemungkinan itu..
Serpihan itu masih terasa, masih terdengar indah, masih terasa ada suatu pengharapan..
Tak terasa bola mata berkaca-kaca,
Entah kesedihan atas keadaan yang tak lagi sama, atau mungkin kebahagiaan karna ternyata kala itu bukan hanya suatu pengharapan saja.
Helaan nafas panjang membekukan otak dan membuat lisan ini terasa sulit berucap..
Iya dia lebih dari sekedar tokoh utama..
Kini sudah terlambat..
Ada hati orang lain yang sedang berteduh kepadamu,
Menggantungkan hati dan cinta nya kepada dirimu,
Mempercayai dan selalu berada disampingmu,
Menjadi teman perjalananmu,
Penyemangatmu,
Selalu menunggu akan kehadiran dirimu.
Haruskah ku membangunkan hati ini yang sedang bermimpi indah atas pengharaoan hati nya ?
Haruskah ku menutup mata dengan keadaan yang saat ini terjadi ?
Merubah semua nya ?
Mensudahi dongengnya hanya untuk meneruskan cerita dongeng malam ku ?
Yang melukiskan senyum namun mengorbankan air mata nya ?
Tidak...dia hanya tokoh utama.
Teruslah bernafas hingga udara tak dapat kau hirup,
Teruslah berjalan bangkitlah atas keterpurukan mu,
Tutup rasa lalu dan biarkan itu hanya menjadi sebuh cerita untuk hatimu
Begitu pun aku yang sempat tertatih karnamu.
Karna dirimu lebih dari sekedar tokoh utama..
Ngena😢😢
BalasHapusPake soundtrek adera-terlambat 😅
BalasHapus