Jadi Aku Sebentar Saja
Apa kamu pernah mengerti ?
Rasanya tidak..
Tidak, kamu tidak mengerti. Bahkan kamu tidak mengerti.
Coba jadi aku sebentar saja..
Duduk dihadapan mu, memperhatikan cara makan mu, sambil perlahan memperhatikan makna dari setiap ucapanmu.
Kata perkata kau sebutkan, berharap ada nama ku ? Tentu saja tidak. Mendengar kau bercerita itu sudah lebih dari cukup.
Coba jadi aku sebentar saja..
Nama yang dulu ku fikir sudah tenggelam nyatanya menjadi kalimat inti dari cerita mu.
Masih sanggat merasa bagaimana pengharapan itu, masih sanggat terlihat jelas bahagia nya kamu walau hanya berbagi cerita dia bersama ku.
Coba jadi aku sebentar saja..
Memang berbahagia mendengar bahkan melihat mu tersenyum lepas seperti itu.
Cukup puas rasanya...
Tapi, apa kamu mengerti ?
Maka coba jadi aku sebentar saja..
Kita sama sama punya batas, batas yang membatasi keterbatasan.
Melawan pun tidak mungkin..
Hanya dapat berdiri diam digaris pembatas.
Apa kamu mengerti ?
Coba jadi aku sebentar saja..
Inti jantung berdenyut denyut, ada rintihan kecil didalam nya.
Penyendiri dan mengakrabkan diri dengan segala dunia yang kau punya.
Apa kamu melihat ?
Coba jadi aku sebentar saja..
Dan jika harus kita berganti posisi, takkan mungkin aku melakukan hal yang sama. Namun ingin sekali kamu mengerti ada teori yang sulit untuk dipelajari.
Cerita lalu yang mencoba dikemas kembali..
Bantul, 2014
Komentar
Posting Komentar