BATAS KEEGOISAN

Setiap mahkluk hidup memiliki batas kemampuan nya masing-masing. Ada batas yang memang tidak bisa ditempuh lagi sekalipun orang lain menganggap langkah itu teramat mudah.

Beberapa orang mengatakan batas bukan lah suatu jarak. Melainkan hanya pertanda . Tidak.. batas adalah jarak, jarak yang memisahkan kemampuan dengan ketidakmampuan seseorang.

Yang terkuat bukan dilihat dari seberapa besar beban yang ia bawa,
Yang terkuat bukan dilihat dari seberapa mampu ia bertahan disaat dingin,
Tapi yang terkuat dilihat dari seberapa mampu ia meredam keegoisan dan berkorban untuk sesama.
Pada hakiki nya ia lah yang terkuat, menjadi penguat bukan menjadi dirinya sendiri yang terkuat.

Batasan manusia sudah tak lebih kurang muncul disaat keyakinan sudah tak ada, merasa tak mampu lagi melawan. Tapi coba sejenak ajak fikiran mu berfikir. Apa guna nya jika menjadikan batasan sebagai pemisah antara kemampuan dan kemauan.

Mungkin terbaca membingungkan dan terkesan rumit.
Yaa.. di tanggal 2 juli 2017 00:53 wib di gunung sumbing, semua memang nyata.

Sudah kehabisan akal mengartikan dari setiap kejadian yang terjadi 5 hari kebelakang. Entah karna tentang batasan, egoisme, kekuatan, dan hal-hal yang membingungkan untuk di cerna.

Tanggan yang bergetar perlahan memetik jemari untuk merangkai kata, mencoba melawan rasa dingin yang memang sudah menusuk tulang. Kantuk pun hilang, sedih sanggat terasa dan sudah pasti ingin meneteskan air mata.
Sudah... ini bukan batasan dari kemampuan, bertahanlah untuk hidup demi diri mu sendiri. Bertahan juga untuk menghidupkan teman-teman tercintamu. Biarkan mereka beristirahat untuk memulihkan tenaga nya.

Ini bukan batasan, ini juga bukan tentang jarak, ini hanya tentang keraguan antara egoisme atau kemanjaan diri.
Yang harus selalu ditanamkan, bertahanlah dalam kondisi dan situasi apapun. Itu adalah mutlak keegoisan diri yang sebenarnya.


Pestan, gunung sumbing jawa tengah
02 juli 2017, 00 : 53 WIB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pacitan

RAHASIA

GAGAL SEMERU