Sembilan Hari yang Harus dilupakan
Harus terbiasa dan membiasakan
Sama seperti kemarin saat waktu belum mempertemukan.
membiasakan agar semua menjadi biasa
biasa tanpa sedikit pun berbeda.
Benar... kita benar benar menyadari ada rasa yang lebih dari sekedar pertemanan
ada porsi yang dimana tak bisa ku bagi sama rata dengan mereka yang sama-sama duduk melingkar
Rasa yang lebih, lebih untuk memperhatikan
Rasa yang lebih, lebih untuk mencari perhatian
Rasa yang lebih, lebih dari batas sewajarnya.
Sembilan hari cukup dengan jelas mengingat bagaimana kebiasaanmu
mengingat wangi parfummu
mengingat cara duduk mu
mengingat cara makan mu
mengingat cara berjalan mu
wajah lelah mu
wajah kesal mu
tawa mu
bahkan jelas teringat apa yang menjadi kesukaanmu..
Kamu boleh saja berusaha menjadi orang yang paling menyebalkan
Ingin menjadi orang yang ku takutkan, Orang yang ingin terlihat masa bodo ??
tapi cukup untuk menggaris bawahi bahwa orang yang teramat masa bodo ialah orang yang paling memperhatikan..
Meski terlihat tak perduli, tapi bola matamu tak terlepas memperhatikan setiap gerak gerik ku.
Memastikan secara diam-diam bahwa aku baik-baik saja..
yaa itulah si masa bodo sesungguhnya, orang yang paling memperhatikan.
Jika seperti yang kau bilang " Kita hanya bisa berencana, namun takdir Tuhan yang menentukan "
bagaimana dengan kita ? kita terlalu asik dengan kenyamanan pertemanan ini atau mungkin kita sama-sama takut keluar dari zona nyaman ini ? masalah dia yang memang berterus terang akan perasaannya ?? sepertinya itu bukan masalah.
Saat ini kita sama-sama bekerja keras,
sekeras mungkin melawan..
tidak.... ku rasa kita tidak perlu melawan, cukup dengan menikmati ritme nya saja.
kita sama-sama bekerja keras,
sekeras mungkin membiasakan dan harus terbiasa dengan keasingan
mengubur sepi,
tak membaca lagi percakapan waktu lalu,
dan mencoba untuk tidak perduli.
Gambar itu masih tersimpan rapih, moment yang tak sengaja kita dapatkan.
Seperti hal nya semesta menyapa dan memberi kita ruang untuk mengabadikannya.
Kau yang banyak membuat lelucon namun kau juga yang paling sedikit tertawa.
Sedangkan aku, aku adalah orang yang sanggat murah menebar tawa.
Jika aku sedang berusaha memperlajari bagaimana caranya untuk menjadi pengingat disaat kau lupa meletakan kunci,
kamu juga sedang berusaha mengawasi gerak ku yang sering sekali ceroboh.
Jika aku sedang berusaha mempelajari bagaimana caranya menjadi istri sekaligus teman untuk suami ku kelak, agar nantinya masih bisa mendaki bersama bila ia juga seorang pendaki,
kamu juga sedang sibuk mempelajari bagaimana susahnya menjadi seorang ayah yang harus siap menghabiskan sisa makanan meski perut mu sudah kekenyangan...
pembelajaran yang indah dan tanpa disengaja..
Karna sembilan hari itulah baru semua terasa nyata .
Jika aku sedang berusaha memperlajari bagaimana caranya untuk menjadi pengingat disaat kau lupa meletakan kunci,
kamu juga sedang berusaha mengawasi gerak ku yang sering sekali ceroboh.
Jika aku sedang berusaha mempelajari bagaimana caranya menjadi istri sekaligus teman untuk suami ku kelak, agar nantinya masih bisa mendaki bersama bila ia juga seorang pendaki,
kamu juga sedang sibuk mempelajari bagaimana susahnya menjadi seorang ayah yang harus siap menghabiskan sisa makanan meski perut mu sudah kekenyangan...
pembelajaran yang indah dan tanpa disengaja..
Karna sembilan hari itulah baru semua terasa nyata .
Komentar
Posting Komentar