Cerita cinta pertama

hallo...
Terimakasih kepada malam yang indah ini.
Terimakasih pula telah menimbulkan inspirasi ketika ban motor gue mengalami sedikit trouble tepat nya di depan salah satu universitas swasta di jakarta pusat.

Malam hari ini gue bukan menulis tentang kampus, mahasiswa yang jarang masuk kelas, dan mereka yang duduk sambil diskusi di gedung rektorat (gak nyambung).

Mungkin ini bisa dibilang jejak awal percintaan gue di masa remaja yang sampe sekarang pun gue masih dalam kategori remaja.

Semua berawal dari manis nya kasih sayang (loh ko nyanyi ???) salah..
Berawal dari kisah gue dengan pacar pertama, cinta pertama, mantan pertama, dan cerita percintaan pertama buat gue.

Ini terjadi sekitar tahun 2006,
Bukan awal pertama gue pacaran, tapi awal pertama kalo gue duduk di bangku smp.
Gue juga bukan pacaran sejak smp, bukan..bukan...
Tapi di smp lah bermula semua nya.
Waktu smp kelas 1 menjelang kenaikan kelas, dikelas gue kedapatan siswa pindahan dari sukabumi jawabarat. Laki-laki ini terus aja dibicarakan dan mendadak menjadi idola di sekolah. Ketampanan nya membuat nyamuk gak berani buat hinggap dikulit nya. Yupp dia adalah Tama, anak ke 4 dari 4 bersaudara.

Selang setahun yaitu sekitar tahun 2007, gue membuat "geng" di sekolah.. Gue salah satu anak yang culun, cengeng, gak ingusan dan gak suka ** dicelana yang jelas (lupakan).
Ketua geng cewe nya "sari", buat lo sari : sumpah gue kangen banget sama lo, rambut kriting gak jelas lo, kulit hitam yang hanya pancaran sinar gigi yang keliatan tiap kali lo ketawa, dan cara lo jalan sambil ngangkat rok itu semua gak gue temuin lagi saat ini . (Curhat)
Sari adalah ketua geng "rok sobek", selain itu ada gue, vita, ana, dan sukma. Sedangkan untuk geng "bejo" diketuain tama, ada arif (bolang), fandi (parjo), fery (badak), deri (botak), dan fauzi (omen).
Sumpah !!! Gue kangen kalian !!!!!!
Oke gue gak cerita tentang mereka dan keburukan apa aja yang udah kita buat semasa smp.

Hari-hari gue gak pernah sepi, selalu ada mereka temen bandel gue. Meski kita bisa dibilang siswa nakal, tapi gue dan tama salah satu siswa terbaik di sekolh swasta pinggiran jakarta timur ini (sombong)..

Banyak hal yang sering gue lakuin hanya berdua dengan tama.
Mulai dari berangkat sekolah bareng, makan siang bareng, ketiduran di perpus bareng, belajar bareng,  sampe bolos sekola bareng. Gue rasa gak lengkap aja setiap tama gak masuk sekolah, begitu juga sebaliknya. 
Banyak temen-temen dan guru yang bilang gue pacaran sama tama, tapi kita hanya sekedar sepasang sahabat dan belum mengerti apa itu cinta .
Menjelang ujian akhir, gue dan tama bertaruh dengan tujuan menyemangati.

Siapa nilai UN nya besar bebas memberikan satu permintaan dan wajib ditaati. Yaa.. Hanya satu permintaan.

Belajar semakin giat dan terus berusaha agar nilai nanti memuaskan, yang jelas bisa mengalahkan nilainya tama. Sempat terfikir juga apa yang akan gue pinta dan tama pinta ketika menang ? Nanti saja lah yang terpenting gue harus menang !!!

Tiba di penghujung, pengumuman pun diberikan dan ternyata jreng jreng kucrek kucrek (musik tegang)
Nilai tama lebih besar 0,10 dari nilai gue. Sungguh ironi (muka sedih)

Disaat acara perpisahan tepat nya di pantai anyer, tama meminta  gue untuk memenuhi janji pada saat taruhan itu.
Oke, gue akan tepati !!
Perasaan cemas dan sedikit penasaran dengan apa yang akan tama pinta ini.
Dibawah langit sore dengan mentari yang sangat elok itu, tama memberiku sebuah kotak kecil berwarna hitam.
Tama memintaku untun membuka isi kotak itu.
Ternyata tama memberikanku sebuah liontin berbentuk setengah hati,
Mungkin untuk zaman sekarang sedikit alay yah, tapi karna ini cerita dulu jadi diromantisin ajalah.
Lanjut... Tama meminta gue untuk menyimpan setengah hati itu dan setengah hati lagi ia simpan. Tama bilang dia takut suatu saat nanti gue lupa akan persahabatan ini..

Memasuki masa putih abu-abu sekitar tahun 2010 merupakan masa yang sangat tak gue tunggu.
Kita semua berpencar, gak ada satu pun dari kita yang satu sekolah.
Masa putih abu-abu gue kini bener-bener abu-abu. Gak berwarna seperti kemarin.
Gue pun ngerasa kehilangan tama. Gak ada lagi kebersamaan gue sama dia .
Kita tetap menjalin komunikasi, kadang tama sering jemput gue setelah pulang sekolah.

Hari itu, gue lupa tanggal nya yang jelas bulan november 2010.
Tama menjemput gue dan mengajak gue pergi ke ancol, alasannya sih karna lagi bete dan mau curhat (curhat aja jauh banget). Sulit buat gue nolak, dan akhir nya gue iyakanlah..
Di ancol, dengan seragam putih-putih tama menyatakan perasaannya, rasa yang lebih dari sekedar sahabat, rasa nyaman lebih dari sekedar curhat dan rasa yang selalu ingin terus bersama.
Detak jantung serasa mau copot, gak ngerti harus bicara dan bersikap apa.
Dan akhirnya malam itu kita resmi pacaran ...
Pacar pertama gue dan gue adalah pacar pertama tara .
Hubungan kita harmonis, romantis dan berjalan baik-baik aja di tahun pertama.
Memasuki tahun kedua banyak sudah cobaan dan ringangan yang kita temui.
Menjelanh ujian akhir nasional sekolah menengah atas, Tuhan telah berkehendak lain.
Ternyata diam-diam sukma sahabat ku dari smp menikam dari belakang dengan bermesraan dengan tama.
Semenjak itu, gue dan tama resmi putus...

Harapan gue hanya satu, semua kejadian ini gak boleh ganggu konsentrasi ujian gue sampai lulus nanti. Dan gue terus berusaha untuk tetap bersahabat dengan tama dan sukma.



Sampai pada akhir kelulusan, gue mendapatkan prestasi nilai ujian akhir tertinggi dan menjadi siswa terbaik pada angkatan itu..
Sempat gak percaya, padahal hati rapuh..

Beberapa kali kita sering kumpul meski gak terlalu banyak yang dateng..
Dan gak gue munafikan perasaan gue masih ada dan gak berubah ke tara.
Rasa kecewa gue lebih besar jadi gue tetap memilih untuk tidak menjalin hubungan lagi.

Di tahun 2013 ini tara sempat meminta gue unruk kembali, tapi gue gak bisa dan hanya ingin berteman saja.
Pada tahun ini gue memiliki kekasih yang gue tulis di novel pertama gue "persimpangan jalan".

Singkat cerita, gue memutuskan berhenti bekerja dan mencoba mencari pekerjaan baru lagi.
Gue melamar pekerjaan disalah satu perusahaan swasta di bekasi. Setelah gue interview ternyata salah satu pemilik perusahaan itu adalah saudara nya tama.
Gue diterima disini bukan karna tama, tapi memang kebetulan aja salah satu komisaris disini adalah saudara dengan tama.
Entah apa yang gue fikirkan, gue ngerasa dunia itu sempit dan hanya berputar disitu-situ aja.
Sekian lama tama hilang kenapa gue dipertemukan lagi ? Bahkan secara keterikatan ini ???

Memasuki tahun 2014,
Perusahaan gue mengadakan famillu gathering di dieng jawa tengah.
Hal yang takutkan adalah terulang kembali moment gue dengan tara.
Selama perjalanan ini, banyak cerita yang kita buat.
Kini pembicaraan kita sedikit berbeda.
Membicarakan tentang universitas kita, tentang hobi baru yang sedang kita jalanin dan jugatentabg asmara.
Sampai pulang ada berbagai cerita yang terukir disana. Genggaman tangan dan teriakan "ayoo puncak dikit lagi" menjadi bumbu dalam perjalanan .
Tak di bohongi masih ada sedikit sisa-sisa rasa diantara kita. Tapi kita sadar, ada orang lain yang sedang menanti kita untuk pulang. Ada hati yang harus kita jaga, dan ada harapan yang menggantung atas pengharapan hatinya.

Gue dan tama hanya sekedar cerita dimasa lalu, pernah ada cinta, pernah ada kasih sayang.
Gue dan tama hanya sepasang sahabat yang sadar akan perasaan nyaman selain persahabatan.
Gue dan tama akan tetap terus berteman, bertukar cerita diwaktu lain, dan saling mendukung untuk kemajuan diri.

Persahabatan,cinta dan impian memang sesuatu yang tabu..
Tak banyak yang menyadari akan suatu rasa,
Dan kenangan takkan pernah bisa hilang meski terkubur waktu,
Biarkan semua itu terbungkus rapih tentang cerita antara sahabat dan kekasih ku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pacitan

RAHASIA

GAGAL SEMERU