Kita "Ilalang Buana"


Kita satu bukan karna menyatu, kita sama bukan karna kita sama, kita hanya daging bernyawa yang memiliki keangkuhan. kami adalah sekecil mahkluk Tuhan yang teramat mencintai Ciptaan-Nya. dan kami adalah "Ilalang Buana".

selamat malam dari kota pinggiran Jakarta Timur ini..

Malam ini gue bukan menulis tentang semua perjaalanaan adventure yang gue lakuin bareng Ilalang Buana tapi hanya sebagian besar sebagai ungkapan kangen gue akan perjalanan bersama ilalang.

Perkenalan sedikit, Ilalang Buana adalah Nama entah kelompok atau komunitas yang gue juga gak ngerti. tapi yang gue tau, ilalang buana itu terdiri dari 4 orang yang sama-sama gila, yang sama-sama hobi jalan, dan sama-sama mencintai keindahan Alam. Ilalang ini tercetus setelah pendakian pertama kita ke Gn Cikuray Jawa Barat. awalnya gue mencetuskan dengan nama "Lanang Buana", berhubung gue dan Putri adalah wanita jadi diganti "Ilalang Buana".
Ohh iya, perkenalkan disebelah kiri ada putri, ka rangga, ka Imaddudin alias ka ionk, dan gue sendiri Citra.
Gue gak akan panjang lebar memperkenalkan ilalang di blog gue, karna ilalang juga punya blog sendiri ko (promosi).

Telah banyak cerita yang kita ukir lembar per lembar dibuku kenangan.
cerita tentang indahnya perjalanan,
cerita tentang indahnya kebersamaan,
cerita tentang indahnya perdebaatan,
dan semua cerita-cerita yang kita lakukan akan tetap terus terjaga dalam ingatan.


Berawal dari sekedar ucapan untuk memijakan Kaki pertama kali di tanah dengan ketinggian Ribuan meter diatas permukaan laut.

Saat itu, gue dan putri adalah korban selama pendakian. Gimana engga, setengah nafas diujung tanduk padahal kala itu beban di pundak gak berat-berat amat tapi gue dengan lugu nya percaya kalau diatas puncak gunung itu ada minimarket. Teriak dan selalu tanya kapan sampe puncak nya, dan selalu dapat jawaban sebentar lagi nyatanya masih ber puluh jam lagi sampai di puncak.

Gue sanggat menikmati perjalana  yang menurut gue sangat meyiksa kala itu, pendakian yang seharus nya gak dilakuin sama pendaki pemula dan amatir kaya gue dan putri.
Gue emang udah terlatih untuk jalan jauh dan travelling, tapi ini adalah pengalaman pertama gue beneran MENDAKI hingga ketinggian 2.821 METER DIATAS PERMUKAAN LAUT.
Keinginan gue untuk menjadi pendaki udah ada sejak dulu saat masih sekolah. Berhubung nyoya dan tuan besar dirumah gak mengizinkan gue beralih menjadi traveller kecil dengan berwisata kekota-kota kecil di Indonesia.

Perjalanan pertama di Gn Cikuray itu adalah pengalaman yang dramatis menurut gue.
Perjalanan dengan orang-orang aneh yang selalu bikin gue sakit perut karna ulah mereka.
dan inilah Teman-teman pertama yang membawa gue untuk pertama kalinya menjadi saksi keindahan Ibu Pertiwi..
Rangga, Putri, Ambon, Citra, Ionk, Syarif, Restu, Udin
Tim jones sepanjang masa *amit-amit



Puncak Gn Cikuray

Banyak hikmah dan pelajaran yang gue dapat sepulang dari sana.
Gue adalah manussia sombong yang selalu mengandalkan apa yang ada didiri dan dihidup gue.
Saat langkah terakhir sebelum menuju puncak Gn Cikuray, ada rasa yang sanggat menggebu-gebu untuk segera menapakan kaki diatas sana.
setelah tiba diatas, seketikaa kepala ini tertunduk, hati ini menjadi ciut, mata ini tak berani untuk menatap kedepan dan hanya terpejam.
betapa malu nya kala itu dengan Tuhan ku, Tuhan yang menciptakan keindahan seindah ini.
Apa yang telah persembahkan ? apa yang telah ku lakukan ? telah banyak kewajiban yang telah terlupakan, dan "Aku" bukan pencinta alam-Mu namun hanya sebagain orang penikmat atas ciptaan-Mu.
Pelajaran itu perlahan gue terapkan dan mulai menjadi sesuatu kebiasaan baru. memang jauh dari sempurna, namun gue akan tetap berusaha untuk terus memperbaiki akhlak, memperbaiki hati, dan memperbaiki diri.


Perjalanan itu gak terhenti hanya sampai disitu, banyak tempat dan kota-kota kecil yang kita singgahi hanya ber empat.
hobbi yang sanggat menyiksa kantong dan paling dibenci oleh bos-bos dikantor karna sering banget cuti.

Pantai Suwuk-Kebumen Jawa Tenggah

Lawang Sewu - Semarang
Tak lengkap rasanya pergi tanpa kalian, ada sesuatu yang hilang entah apa yang dirasa sessungguhnya.
Telah banyak mimpi yang sudah kita simpan, yaa mimpi itu kita simpan dan satu persatu akan kami keluarkan dari lemari impian untuk segera kita wujudkan.
Bukan tempat terindah yang kita tuju, bukan juga gunung tertinggi yang kita daki karena bersama tak mesti melangkahkan kaki..

Kebanggan diri kembali lagi bangkit atas perjalanan yang hingga saat ini menjadi perjalan terindah semasa perjalnan Kami.
Memutuskan untuk kesekian kalinya menantang dengan mendaki, menapakan Kaki kembali ke tanah Jawa tengah.

Saat tercetus satu gunung yang akan kami jadikan ekspedisi, saat itu juga ilmu dan pembelajaran kita sudah semakin membaik dikarenakan sudah beberapa yang kitaa jalani.
semua terkordinir dengan baik, rangga dan ionk manajemen perjalanan gunung, gue sebagai manajemen logistic dan peralatan, putri sebagai transporter yang mencari informasi rute perjalanan.

Perjalanan kali ini ber misi kan mengibarkan bendera Sang Merah Putih tepat di dua dekade dalam hidupku.
perjalanan itu kita lakukan setelah beberapa hari perayaan hari raya idul fitri.

Bukan sesuatu hal yang mudah meninggalkan keluarga dirumah yang tentunya merekaa akan terus saja memikirkan dan khawatirkan anak-anaaknya.
dengan restu dan doa keluarga, kami meyakinkan jika kami akan kembali tepat waktu dengan keadaan utuh dan tanpa kekurangan satu apapun (Paling kekurangan baju bersih hahahaha).

Gunung Merbabu 3142 meter diatas permukaaan laut.
Gunung dengan seribu tingkat kesulitannya,
Gunung dengan seribu cerita mistiknya,
Gunung dengan seribu kecaantikannya,
Gunung yang membuat ku jatuh cinta,
Gunung yang memberikan lebih banyak cerita karna 4 hari 3 malam kita disana,
Gunung yang membuat kami tak ingin cepat-cepat pergi,
Gunung yang selalu berbisik untuk mengajak kami kembali.

Merbabuku...
 Bersamamu "kembali" sahabat, kita tapakan jejak jejak kaki kita disana. suatu tempat terindah dengan banya pengorbanan yang telah kita jalani untuk mencapainya.
memang bukan puncaak yang kita tuju, namun perjalanan akan terasa tak lengkap jika kita tak bisa menapakan kaki disana.

Keegoisan sempat menjadi pemisah diantara kita, menimbulkan perdebaatan-perdebatan kecil hingga terjadi penyakit hati. Kita sadar tanpa harus menunggu waktu yang lama. menyadari kesalahan dan mengakhiri keegoisan agar perjalanan itu tertap terlaksana.
Sempat berputus asa namun kita saling bahu membahu memotivasi dan meyakinkan jika kita bisa, kita mampu dan kita pantas.


Tepat di 00.00 23 Juli 2015, suatu kekonyolan yang kalian lakukan mengatas namanya "kejutan".
Hadiah terindah di usia 2 Dekade yang sudah tak lagi kanak-kanak.
Hadiah selingkaran tisu dan lilin ditambag badai angin yang sanggat menusuk tulang rusuk kala itu.
doa dan harapan terucap yang terkadang gue putar kembali dalam satu video konyok kalian.
salah satu doa yang gue panjatkan saat itu adalah " semoga gue bisa terus sahabatan dengan kalian, semoga mimpi-mimpi kita dapat jadi nyata bukanlagi suatu mimpi, dan diberi keselamatan hingga kembali kerumah di lusa"...

Sesuatu yang sederhana namun sanggat berarti, betapa gue merindukan saat-saat seperti itu.
kebersamaan yang tak ternilai, dan uang menjadi tak berarti lagi.

Kita telah berhasil menggapai puncak-puncak tertinggi,
kita telah mampu berjalan jauh menjauhkan dari keasingan ibu kota,
hanya saja kita belum mampu membunuh kesombongan dan keegoisan pada diri kita masing-masing.

Bersabarlah selalu,
lanjutkan apa yang telah kita jalankan saat ini,
takkan lari gunung kau kejar
takkan pernah habis kesempatan untuk berjalan bersama
hanya saja, saat ini kita dituntut untuk menyelesaikan tugas kita masing-masing
menata kembali hati kita agar tak hanya mencintai keindahaan alamnya
melatih kita bersabar untuk suatu perjalanan yang indah
menerapkan apa yang telah kita  pelajari dan berbagi kepada mereka
karena kita telah mengerti, kita bukanlah siapa-siapa
menjaga nya dimulai dari kebiasaan sendiri,
menyelamatkannya dengan kotoran terkecil yang tidak disadari,
membuang bungkus permen misalnya..

Keyakinan akan tetap ada,
yakin jika saat ini kita hanya beristirahat dan mengistirahatkan perlengkapan
akan ada waktu kembali untu kita berjalan bersama dan menjadi saksi keindahan itu..

terimakasih telah menjadi teman perjalanan sekaligus teman hobbi.

Ilalang Buana, My Trip Masya Allah
Ilalang Buana, Yang katanya Gatel

dan kita adalah Ilalang Buana.....







malam lawang seru 

Open Trip Gn Papandayan

Bukan GGS tapi GCJ ganteng cakep jomblo

ceritanya mau nyeburin gue yang takut ombak namun mencintai samudera

perjalanan menuju semarang, by rangga




Puncak Kenteng songo, Gn Merbabu 3.142 MDPL 21 - 24 Juli 2015


Komentar

  1. Nyeett nyeettttt nyeetttt����������������

    BalasHapus
  2. wedew nice post (y) lanjutkaaaaaaan ...

    BalasHapus
  3. wedew nice post (y) lanjutkaaaaaaan ...

    BalasHapus
  4. kerinduaan akan semua tentang kalian, tentang kita dan cerita-cerita yang pernah kita lewati bersama...
    kita tetap Ilalang Buana

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pacitan

RAHASIA

GAGAL SEMERU